BOYOLALI, faktualnews.com || Ahmad Mukhlis Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Provinsi Jawa Tengah memberikan peluang bagi petani di Dukuh Sanggar, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali untuk menanam singkong gajah.
Hal itu disampaikannya dihadapan Bupati Boyolali Agus Irawan, Kepala Dinasnya Pertanian Kabupaten Boyolali, perwakilan dari PT. Indofood Sukses Makmur, Kepala Desa se-Kecamatan Musuk, Tamansari dan Selo, Pengurus Gapoktan dan masyarakat petani, pada acara pengembangan kemitraan komoditas cabe yang dilakukan oleh Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, dengan PT. Indofood Sukses Makmur, Jumat (13/2/2026).
“Singkong gajah punya potensi besar ditanam disini dan di wilayah lain kabupaten Boyolali. kami akan melakukan pendampingan dari hulu ke hilir” ucap Mukhlis.
Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyatakan apresiasinya terhadap langkah strategis Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali dalam melakukan MOU kemitraan dengan Indofood Sukses Makmur.
“Kami sangat mendukung program kemitraan ini karena dapat meningkatkan produksi cabe dan sayuran untuk kesejahteraan petani di Kabupaten Boyolali,” ujarnya.
Agus Irawan juga menyampaikan terima kasih kepada PT Indofood Sukses Makmur yang telah bersedia mendampingi petani cabe di Boyolali, dan berharap kemitraan ini bisa menjadi program jangka panjang.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali Suyanta S.P., M.M. dalam sambutanya menambahkan bahwa kemitraan ini juga dapat meningkatkan kualitas, harga cabe dan meningkatkan pendapatan, apetani.
“Kami berharap ini juga menjadi solusi adanya Monyet ekor panjang di Kecamatan tamansari karena cabe salah satu tanaman yang tidak disukai monyet ,. Dan juga Pendampingan yang dilakukan dari hulu ke hilir,” katanya.
Sementara, Rizal Ramdani Perwakilan dari Indofood Sukses Makmur, menjelaskan bahwa program kemitraan ini sudah dilakukan Indofood dari sejak tahun 1990, dimulai dari kentang Atlantik/kentang Indofood.
“Kami telah membentuk Devisi Agro pada tahun 2007 dan telah melakukan kemitraan dengan berbagai komoditi, termasuk kentang, casava( singkong) dan cabe,” ujarnya.
Rizal juga menjelaskan bahwa pola kemitraan ini memiliki prosentase yang lebih besar daripada belanja langsung, dan menjadi win-win solution bagi kedua belah pihak.
“Bagi petani, mereka mendapatkan harga yang layak sesuai kualitas komoditas, dan bagi perusahaan, kami dapat mendapatkan bahan baku yang kontinyu dari jumlah dan kualitas (mutu),” katanya.
Rizal juga menegaskan bahwa perusahaan telah melakukan kemitraan ini dengan berintegritas dan belum pernah terjadi gagal bayar.
“Kami berusaha melakukan kemitraan ini dengan berintegritas,” tegasnya.
Kemitraan di Boyolali ini merupakan langkah strategis dari segi jarak yang dekat dengan pabrik Indofood di Semarang, Dan juga kemitraan ini tidak sekedar transaksi jual beli saja tapi ingin membangun ekosistem hingga bisa bermanfaat untuk berbagai pihak.
Selain penanaman cabe, juga teragendakan bantuan 2.000 ( Dua ribu) pohon bibit alpokat di Desa Jemowo, Tamansari, Boyolali oleh PNM Cabang Surakarta yang diserahkan secara simbolik Bupati Boyolali Agus Irawan kepada Kepala Desa Jemowo Untung Sadewo.
Hadir pada acara tersebut Bupati Boyolali Agus Irawan, Kepala Dinasnya Pertanian Kabupaten Boyolali, perwakilan dari PT. Indofood Sukses Makmur, Kepala Desa se-Kecamatan Musuk, Tamansari dan Selo, Pengurus Gapoktan dan masyarakat petani. Camat Tamansari, Forkompincam Tamansari,
Kemudian, Forkominda Kabupaten Boyolali, PNM Cabang Surakarta, dan Kepala Cabang Bank Mandiri Boyolali, Sekber Wartawan Indonesia DPW Jawa Tengah dan tokoh masyarakat se Kecamatan Tamansari.


















