PDAM Jepara Tegaskan Pembenahan Pelayanan Terus Berjalan

JEPARA, faktual-news.com – Lukman Hakim Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jungporo Kabupaten Jepara menegaskan bahwa pembenahan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Sepanjang 2026, PDAM Jepara fokus melakukan pembenahan pada sejumlah sektor, mulai dari penambahan sumber air baku, peningkatan kapasitas produksi, perbaikan distribusi, hingga penyehatan keuangan perusahaan

Ia menuturkan, Adanya sejumlah keluhan pelanggan di beberapa wilayah menjadi bahan evaluasi dan tidak berarti PDAM berhenti melakukan perbaikan.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan PDAM pada 2026 adalah pembangunan lima sumur baru sebagai sumber air baku, yakni dua sumur di Bulungan, dua sumur di Krapyak dan satu sumur di Kelurahan Bapangan.

Pembangunan sumur baru tersebut terutama diarahkan untuk memperkuat pelayanan di wilayah Kecamatan Jepara Kota dan sekitarnya yang memiliki jumlah pelanggan cukup besar sekaligus menghadapi kebutuhan air yang tinggi.

“Sejumlah sumur baru tersebut mulai beroperasi pada September 2026. Tambahan sumber air tersebut secara bertahap mulai meningkatkan pasokan ke jaringan distribusi,” ujar Lukman, Senin (21/9/26).

Dampaknya mulai dirasakan di sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami aliran kurang lancar atau tekanan air yang belum optimal, di antaranya Bulungan, Bapangan, Saripan, Pengkol, Potroyudan, Krapyak, Demaan, Karang Bagusan, Kuwasen, Wonorejo, Kedungcino dan Bandengan.

“Setelah sumber air baru mulai beroperasi, aliran di sejumlah wilayah secara bertahap mulai membaik. Namun, kami tetap melakukan evaluasi distribusi karena kondisi setiap wilayah berbeda,” terangnya.

Menurutnya, persoalan pelayanan air tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber air. Kondisi jaringan, tekanan, kapasitas pipa, elevasi wilayah dan pola pemakaian pelanggan juga turut memengaruhi distribusi hingga ke rumah pelanggan.

Karena itu, PDAM terus melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap sumber produksi maupun jaringan distribusi agar tambahan air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami mengakui masih ada wilayah yang pelayanan airnya belum maksimal. Terlebih pada musim kemarau, debit sejumlah sumur produksi dapat mengalami penurunan. Karena itu, setiap hari kami terus mengecek dan mengevaluasi sumber-sumber produksi agar tetap dapat beroperasi secara optimal,” ungkap Lukman.

Dikatakannya, Tahun ini pembenahan pelayanan tidak hanya di wilayah kota saja, PDAM juga menargetkan peningkatan pelayanan wilayah selatan 2, di Desa Kedung dan sekitarnya, termasuk melalui pembangunan sumber air baru untuk mendukung kebutuhan air di wilayah Kedungmalang dan sekitarnya, di targetkan bulan November sudah selesai dan beroperasi.

Selain itu, Tunggakan Rp.7,6 Miliar, Rp. 6,1 Miliar Berhasil Ditagih, Penyehatan keuangan perusahaan juga menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan pelayanan. Salah satu persoalan yang dihadapi PDAM Jepara adalah tunggakan pelanggan aktif yang nilainya cukup besar.

Berdasarkan data per 31 Desember 2025, tunggakan pelanggan aktif mencapai sekitar Rp7,6 miliar. Sebagian pelanggan bahkan memiliki tunggakan selama satu tahun, dua tahun, bahkan lebih, meskipun sambungan airnya masih aktif dan pelanggan tetap menggunakan layanan air PDAM.

“Hasilnya, hingga September 2026, dari total tunggakan sekitar Rp7,6 miliar, telah berhasil ditagih sekitar Rp6,1 miliar,” pungkas Lukman.

banner 325x300